Kampung Siaga Bencana Dibentuk

181
Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono Memberikan Sambutan Sekaligus Membuka Kegiatan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Nanga Pinoh

Nanga Pinoh, BerkatTV. Seringnya bencana alam yang terjadi wilayah Kabupaten Melawi dengan indeks resiko yang cukup tinggi berpotensi terhadap bencana alam berupa tanah longsor, banjir bandang, kebakaran hutan, dan bencana alam lainya sehingga diperlukan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Tak hanya itu pembentukan kampung siaga bencana juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana sekaligus meningkatkan kapasitas relawan masyarakat.

Sekretaris Daerah Melawi Ivo Titus Mulyono mengatakan kegiatan kampung siaga bencana baru pertama kalinya dilaksankan di Melawi. “Keberadaan kampung siaga bencana sangat amat di butuhkan terutama daerah rawan bencana. Dengan program ini tentu resiko-resiko terjadinya bencana dapat di minimalisir dengan menggunakan pendekatan dari, oleh, dan untuk masyarakat,” ucap Ivo Selasa (29/8) di Aula Emaus, Nanga Pinoh.

“Dengan program kampung siaga bencana juga dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap alam guna menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Karena seperti kita ketahui salah satu dari penyebab bencana adalah rusaknya lingkungan kita akibat aktivitas manusia seperti penambangan liar, membuang sampah sembarangan, pendangkalan sungai, gundulnya hutan yang dapat menimbulkan bencana alam,” ujarnya.

Ivo menjelaskan terjadinya bencana merupakan suatu permasalahan yang sulit untuk di prediksi yang paling pasti dari setiap kejadian bencana tetap akan menimbulkan kerugian baik itu kerugian materil maupun kerugian lainya.

Ivo mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat di daerah rawan bencana untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan –kemungkinan terjadinya bencana, tentu harus dilengkapi dengan keterampilan sarana dan prasarana sehingga masyarakat mampu mendekteksi secara dini terhadap kemungkinan –kemungkinan yang terjadinya bencana,sehingga masyarakat dapat mengambil langkah-langkah serta tindakan yang tepat dalam menghadapi masa tanggap darurat sampai dengan datangnya bantuan dari pemerintah atau pihak lain.

“Dengan adanya kampung bencana tentunya masyarakat akan lebih mampu tanggap dan siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang akan datang,” katanya. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here