KPK Belum Ambil Keputusan Soal Novanto

98

Jakarta, BerkatTV. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan untuk menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru dan menetapkan kembali Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Penerbitan sprindik baru ini menyikapi putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang mengabulkan gugatan praperadilan Novanto.

“Alternatif-alternatif yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku sudah mengatur secara tegas praperadilan tersebut tentu menjadi pertimbangan KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Sabtu (30/9).

Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak membatasi penegak hukum termasuk KPK untuk menerbitkan sprindik lagi sepanjang dipenuhinya minimal alat bukti. Hal ini diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 21/PUU-XII/2014 tanggal 28 April 2015 yang menyebutkan perlindungan terhadap hak tersangka tidak diartikan tersangka tidak bersalah dan tidak menggugurkan dugaan adanya tindak pidana.

Meski demikian, Febri mengatakan, KPK hingga saat ini belum mengambil keputusan menyikapi dikabulkannya gugatan praperadilan Novanto. KPK masih mempelajari pertimbangan-pertimbangan yang menjadi dasar keputusan Hakim tunggal Cepi Iskandar yang menyatakan penyidikan terhadap Novanto tidak sah.

“Dari pembicaraan dan diskusi yang dilakukan, kami akan melakukan pembahasan terlebih dulu, diskusi terlebih dulu, melihat secara rigid putusan praperadilan tersebut. Proses dari awal sampai putusan akhir,” ungkapnya.

Sebagai lembaga penegak hukum, KPK menghormati institusi peradilan dan putusan Hakim tunggal Cepi Iskandar. Namun, KPK tidak dapat menutupi kekecawaan atas putusan yang diambil Cepi. (icm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here