KPK Tidak Akan Kalah dari Novanto

52

Jakarta, BerkatTV. Ketua DPR Setya Novanto berhasil menggugurkan status tersangka di KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Status tersangka Novanto lepas melalui gugatan praperadilan.

Menanggapi hal ini, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Muzakir menilai wajar. Sebab, penetapan Novanto sebagai tersangka dilakukan diawal, bukan diakhir penyidikan.

“Sebenarnya kalau proses kalah menang itu biasa, kan gitu ya. Kalau mau menang prosedur, mengikuti aturan hukum acara ditaati, ya pasti dia ditolak permohonan praperadilan gitu ya,” kata Muzakir.

Muzakir meyakini apabila KPK memisahkan antara penyidikan dan penetapan tersangka, maka hakim Cepi Iskandar tidak akan mengabulkan gugatan praperadilan yang dilakukan Novanto.

Menurut dia, penerbitan sprindik dan penetapan tersangka seharusnya dilakukan secara terpisah, tidak di dalam satu dokumen yang sama. Hal itu sebagaimana tertuang dalan KUHAP.

“Kalau prosedur, tahapan-tahapan yang dilalui tidak sesuai dengan prosedur dengan aturan hukum ya diuji iya biasanya kalah,” ujar Pakar Hukum Pidana ini.

Hakim tunggal Cepi Iskandar diketahui mengabulkan gugatan praperadilan status tersangka Setya Novanto. Putusan itu menggugurkan status tersangka Novanto.

Hakim menilai penetapan tersangka Novanto oleh KPK sudah dilakukan di awal penyidikan. Menurut hakim, harusnya penetapan tersangka dilakukan di akhir tahap penyidikan suatu perkara. Hal itu harus dilakukan untuk menjaga harkat dan martabat seseorang. (icm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here