110 Kasus Merebak, Empat Kecamatan Endemik DBD

73
Penderita Kasus DBD Saat Dirawat Di RSUD Ade M.Djoen Sintang beberapa waktu lalu

Sintang, BerkatTV. Dinas Kesehatan Sintang menyebutkan kasus DBD sampai 9 Oktober 2017 sebanyak 110 kasus. Terbanyak di Kota Sintang yaitu Kelurahan Tanjungpuri dan Kelurahan Sui Durian. Kemudian disusul Kecamatan Sepauk 10 kasus dan Tempunak 6 kasus.

“Sintang belum kita tetapkan KLB DBD. Tetapi dengan peningkatan kasus yang setiap minggu terus meningkat kita tetap mengimbau masyarakat menerapkan 3M Plus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harrysinto Linoh.

Sinto menyebut bagaimana memberantas tempat bersarangnya nyamuk. Jumatik sebenarnya efektif, dengan program satu Jumatik, jadi setiap kepala keluarga atau rumah mempunyai tanggungjawab memantau jentik di rumahnya masing-masing. Kalau dilaksanakan itu akan sangat efektif sekali. Prinsipnya memang untuk DBD tidak ada jentik nyamuk maka penyakitnya tidak ada.

Antisipasi terus dilakukan antara lain pemberian abate maupun fogging gratis.

“Jika ada yang menawarkan foging atas nama lembaga (Ikatan Ahli Kesehatan Lingkungan) itu tidak benar karena setelah dicek ternyata tidak ada,” tegasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyatakan kondisi Sintang masih dalam batas aman tetapi waspada.

“Kondisi Sintang masih dalam batas aman tetapi waspada,” katanya.

Selain itu tiga Puskesmas kota sudah diperintahkan untuk melaksanakan fogging dan abatesasi di seluruh sekolah karena berdasarkan kasus terbanyak di usia SD dan SMP.(sus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here