Faktor Ekonomi Mendominasi Kasus Stunting

0
64
Kepala Puskesmas Serdam bersama staf memaparkan tentang stunting di wilayah kerjanya kepada sejumlah wartawan yang melaksanakan kelas lapangan workshop jurnalis. Foto: Robby

Kubu Raya, BerkatTV. Dalam kurun waktu satu tahun, Puskesmas Sui Raya Dalam (Serdam) mencatat angka kasus stunting sekitar tiga persen dari jumlah balita yang ditangani sebanyak 8.819 anak.

“Pada saat pelayanan, kami menjaring 69 persen dari 5.819 balita, ternyata tiga persennya mengalami stunting,” kata Kepala Puskesmas Sui Raya Dalam, Supratman, kepada wartawan saat kelas lapangan Workshop Jurnalis bertema Kampanyekan Gizi Nasional, Jumat (27/10).

Jumlah itu tersebar di lima desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sui Raya Dalam yakni Desa Sui Raya, Desa Parit Baru, Desa Sui Bulan, Desa Kapur dan Mekar Baru.

Disebutkan Supratman, kasus stunting yang terjadi lebih dominan dialami keluarga masyarakat golongan menengah kebawah.

Penyebabnya, yaitu faktor ekonomi mengakibatkan kebutuhan pangan yang tidak tercukupkan sehingga asupan gizi pun berkurang.

Disamping itu tambah Supratman, program gizi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita tidak maksimal dilakukan oleh pihak keluarga.

Ia contohkan ketika Puskesmas telah memberikan PMT berupa telur untuk penggunaan dua minggu, ternyata dikonsumsi oleh keluarganya bukan si balita yang mengalami kekurangan gizi.

“Karena itu kami berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya asupan gizi yang harus didapat balita agar kasus stunting dapat ditekan,” ucapnya.

Koordinator Jaringan Pelayanan Puskesmas Serdam, Suyanti mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa pemerintahan desa di wilayah kerja Puskesmas Serdam untuk menjalakan PMT.

“Memang sudah ada beberapa desa komitmen untuk mengalokasikan anggarannya melalui ADD untuk PMT yang disalurkan melalui Posyandu,” ungkapnya.

Ia sebutkan PMT yang dialokasikan berupa telur, susu, kacang hijau. Harapannya, asupan gizi balita yang ada di desa tersebut dapat terpenuhi dan tercukupkan.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Akibatnya, tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.(rob)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here