RSUD Singkawang MOU Dengan Ombudsman Kalbar

100

Singkawang, BerkatTV. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz Singkawang telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) bersama Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, dalam memberikan pelayanan yang lebih baik.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Aziz, Carlos Dja`afara, mengaku senang dengan adanya MoU bersama Ombudsman Kalbar.

Menurutnya, bagaimanapun dalam memberikan pelayanan selalu ada kekurangan yang membutuhkan kritik untuk menjadi lebih baik.

“Saya senang karena pelayanan kita di pantau, standar sudah sesuai atau tidak sehingga jika institusi kami lalai atau individual yang memberikan pelayanan juga ada kesalahan maka ada sanksi yang diberikan,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya pengawasan sedemikian rupa maka diharapkan intstusinya menjadi lebih baik.

“Tujuannya adalah agar institusinya menjadi lebih baik dan pemberi pelayanan juga baik. Kalau mereka tidak tau sanksinya bisa bertindak seenaknya nanti,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Abdul Aziz Singkawang merupakan rumah sakit dengan tipe B sebagai rujukan Regional, dimana Carlos mengakui masih ada kekurangan yang perlu di perbaiki kedepannya.

“Untuk pelayanan kita sudah mendapat nilai hingga 84 persen dibandingkan dengan daerah lain. Untuk mendapatkan itu bukanlah hal yang mudah, tapi kita tidak puas, dan harus berupaya untuk selalu memperbaiki ke depannya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Ombudsman Perwakilan Provinsi Kalbar, Agus Priyadi mengatakan fasilitas kesehatan di RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah sangat baik.

“Memang kita menginginkan RSUD Abdul Aziz ini menjadi proyek rintisan rumah sakit se-Kalbar. Karena menurut saya fasilitas yang dimiliki RSUD Abdul Aziz ini terbaik se-Kalbar, sehingga bisa menjadi contoh pelayanan publik di bidang kesehatan,” katanya.

Menurutnya, untuk beberapa tahun kedepan perencanaan pembangunan fasilitas RSUD Singkawang tersebut memiliki visi yang sangat baik.

“Fasilitas sangat luar biasa apalagi proyeksi ditahun 2018, dengan penambahan gedung baru dan fasilitas lainnya. Inilah yang kita harapkan juga nantinya pengganti Pak Carlos sebagai Direktur rumah sakit ini bisa meneruskan apa yang telah dilakukan Pak Carlos,” ujarnya.

Untuk pelayanan publik ia berharap tidak lagi ada keluhan dari masyarakat. Bahkan diharapkan olehnya di tingkat pelayanan pertama keluhan sudah bisa diatasi.

“Kita juga menginginkan pengaduan pelayanan publik bisa ditindaklanjuti dari tingkat pertama dan harus diselesaikan. Jika memang ada keluhan segara laporkan dan kami juga akan terus mengawasi,” harapnya. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here