BI Ungkap Penyebab Kalbar Alami Deflasi

0
15

Pontianak, BerkatTV. Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat mencatat daya beli harga pangan jatuh menyebabkan terjadinya deflasi di provinsi itu pada November 2017.

“Komoditas kelompok volatile foods (VF) wortel, ikan tongkol, ikan kembung, telur ayam ras dan tomat sayur tercatat mengalami deflasi sebesar -1,21 persen (mtm),” kata Deputi Kepala Perwakilan Kantor BI Kalbar, Adhinanto Cahyono dalam rilisnya.

Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata secara historis selama tiga tahun terakhir yang mengalami inflasi sebesar 0,54 persen (mtm).

Selain itu, lanjut Adhinanto, cuaca yang masih mendukung aktivitas nelayan di lautan pada November 2017 membuat ketersediaan ikan tangkap terpantau cukup melimpah sehingga membuat harga ikan (khususnya tongkol dan kembung) terpantau menurun sepanjang bulan.

Kemudian, berlimpahnya suplai telur ayam (diantaranya dari Singkawang) juga mendorong penurunan harga telur ayam. Penurunan harga beberapa komoditas tersebut juga terkonfirmasi dari hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh Bank Indonesia di beberapa pasar tradisional dan modern di Kota Pontianak.

“Sementara itu, kenaikan harga bawang merah, kangkung, kacang panjang, jeruk dan sawi hijau menahan deflasi lebih lanjut kelompok VF pada November 2017. Kenaikan yang cukup tinggi pada komoditas bawang merah disebabkan oleh menurunnya pasokan dari luar Kalbar,” jelasnya.

Ia melanjutkan, inflasi Kalimantan Barat selama Januari-November 2017 mencapai 3,51 persen (ytd) dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2017 yaitu sebesar 4±1 persen.

Tidak hanya itu, tekanan inflasi kelompok komoditas core (inti) juga kembali mengalami penurunan terhadap inflasi November 2017.
Kelompok komoditas inti tercatat mengalami deflasi -0,02 persen (mtm), jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata historis inflasi inti dalam 3 tahun terakhir yang sebesar 0,35% (mtm).

Komoditas inti yang mengalami koreksi harga pada bulan ini utamanya adalah sotong, cabai merah kering, daun seledri, makanan ringan dan emas perhiasan. Tren penurunan harga sotong telah berlangsung sejak bulan Oktober 2017 yang disebabkan oleh melimpahnya persediaan sotong di pasar.

Di sisi lain, meningkatnya harga mobil, jam dinding, batako, nasi dengan lauk serta ikan kembung asin menahan deflasi lebih lanjut pada komoditas inti.(nia)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here