Gudang Pengoplos Beras Digrebek . Ini Dia Sang Pelaku..

138
Kapolres saat menggrebek gudang milik Toko 333 MAS yang mengoplos beras. Foto: Indra

Sanggau, BerkatTV. Jajaran Polres Sanggau berhasil menggrebek sebuah gudang yang diduga mengoplos beras dengan merek berbeda, Rabu (20/12)sore.

Pemilik gudang diketahui pemilik toko 333 MAS, beralamat di Jalan RE Martadinata (Simpang Sompu) Kelurahan Tanjung Kapuas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau.

Puluhan karung, pilog dengan berbagai warna serta alat cetak lainnya ditemukan petugas.

Kapolres Sanggau, AKBP Rahmad Kurniawan mengungkapkan pelaku diduga melakukan pengemasan beras merek berbeda dari 20 Kg menjadi 8 Kg dan dijual dengan harga Rp 8 ribu/Kg.

“Artinya pelaku memperoleh keuntungan Rp15 ribu per karung 15 kg,” ujarnya.

Modus pelaku, ungkap Kapolres, menggunakan cara manual dengan kertas karton cetakan yang kemudian dipilog dengan tulisan A3

“Jadi, alatnya manual, kertas karton bertuliskan A3 yang kemudian disemprot di karung tanpa lebel. Pelaku juga memberikan bonus berupa ikan kaleng di dalam karung beras yang sudah dioplos untuk para konsumennya,” pungkasnya.

Kapolres meminta pengusaha untuk tidak melakukan praktek curang dan tetap menjaga ketahanan pangan khisusnya dalam menyambut perayaan natal dan tahun baru.

“Jadi saya minta para pengusaha mematuhi aturan dan tidak berbuat curang dengan mencari keuntungan pribadi,” ingatnya.

Pelaku diancam dengan UU Perlindungan Merek karena pelaku mencampurkan beras dengan label yang berbeda dan UU Perlindungan Konsumen.

“Tapi ini akan kita pelajari lagi, apakah pelaku ini bisa juga dikenakan UU ketahanan pangan,” terangnya.

Sementara itu, Aseng (45) pemilik toko 333 MAS mengaku tidak tahu kalau dilarang mengganti karung beras dengan ukuran lebih kecil.

“Saya tidak tahu kalau dilarang, saya kan hanya memenuhi permintaan konsumen, mungkin saja mereka hanya mampu membeli dengan ukuran yang lebih kecil,” kilahnya.

Dia mengaku sudah tiga sampai empat bulan melakukan praktek tersebut. Beras yang sudah di oplos dijual ke kampung-kampung.

Ia juga katakan tidak ada bahan berbahaya di dalam beras.

“Tidak ada, ini beras bagus semua, cuma dikecilin jak ukurannya,” kata Aseng.

Beras asli, lanjutnya, diperoleh dari pontianak dengan merek berbeda diantaranya Palm dan tedong sapi yang kemudian diganti A3.(iin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here