Kinerja Disdik Tidak Ada Kemajuan. Ini Dikesalkan Sang Bupati

143
Jarot Winarno saat sidak ke sejumlah SKPD di hari pertama kerja pascalibur tahun baru. Foto: Susi

Sintang, BerkatTV. Kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendapat sorotan tajam dari Bupati Sintang, Jarot Winarno. Ia menilai selama kepemimpinannya tidak ada perubahan yang signifikan dari dinas “Omar Bakri” tersebut.

“Satu tahun 10 bulan saya belum melihat kemajuan yang signifikan pada dunia pendidikan,” katanya.

Jarot menilai Disdikbud belum menunjukan perubahan yang berarti. Terlebih saat ia terjun langsung ke lapangan, masih banyak sarana dan prasarana pendidikan yang memprihatinkan di semua desa yang tersebar di 14 kecamatan.

“Sedih kalau ke sana tu. Ada pintu sekolah hilang kunci, dibolong. Mereka keluar masuk dari lobang. Ndak bagus itu,” ceritanya saat ia ke Ketungau Hulu.
Jarot sadar, ada banyak persoalan yang dibebankan pada dunia pendidikan. Bukan hanya soal pengembangan SDM dan mutu pendidikan, tapi juga pemerataan tenaga pengajar, hingga infrastruktur.
“Bagian dari prime over pertama, penanggulangan kegawatdaruratan infrastruktur dasar sekolah, saya minta tahun 2018 Diknas fokus,” pintanya lagi.

Disdikbud dianggap Jarot belum punya kepekaan dalam hal penanggulangan infrastruktur dasar sekolah. Hal ini, dibuktikan dengan sekolah yang berada di Desa Sebetung Paluk, Kecamatan Ketungau Hulu belum juga diperbaiki.

“Saya pergi ke sebetung paluk tiga kali, bangunan sekolah yang berlobang belum selesai. Artinya apa, sains of emergency teman-teman belum ada. Hari pertama (kerja) ke sini saja, kepala dinas (pendidikan) ndak ada. Kabidnya banyak libur,” ungkap Jarot.

Kemudian, Jarot juga menyoroti soal rumah dinas guru yang sudah tidak layak dan kekurangan lokal kelas. Diakui Jarot, persoalan rehab rumah guru terkendala dengan model penganggaran. Tahun lalu, tidak ada anggaran untuk merehab rumah. Sementara tahun ini, ada DAK Afirmasi yang diperuntukan untuk bangun rumah dinas.

“Bagaimana guru mau betah rumah jak ndak ada. Rumahnya roboh, bocor. Tahun inilah DAK afirmasi boleh untuk bangun rumah dinas. Kemudian tambahan ruang belajar. Tolong betul-betul dialokasikan yang pas. Namanya dana afirmasi, untuk daerah perbatasan dan daerah tertinggal itu yang diutamakan,” terangnya.

Persoalan lainnya, tantangan Disdikbud dinilai Jarot juga sangat berat. Apalagi, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Sintang yang di tahun 2016 hanya mencapai 6,9 tahun.

Jarot sadar, untuk meningkatkan Indeks Pembangunan manusia (IPM) tidak bisa dilakukan sendiri oleh Disdikbud. Semua instansi terkait, harus terlibat.(sus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here