80 Milyar Proyek Infrastruktur Belum Dibayar Pemkab Bengkayang

4648
Kantor Bupati Bengkayang / mapofborneo. wordpress.com

Bengkayang, BerkatTV – Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2016 sampai dengan 2017 di Kabupaten Bengkayang sampai saat ini belum diselesaikan pembayarannya oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkayang padahal sebagian besar proyek yang dikerjakan sudah selesai.

Belum dibayarnya proyek Tahun Anggaran 2016 – 2017 kepada kontraktor dikarenakan Dinas PU Bengkayang tidak memiliki dana, ironisnya Dinas PU berani melakukan proses tender dan mengadakan ikatan kontrak kerja padahal proyek tersebut tidak memiliki anggarannya.

“Bukankah itu penipuan atau ada unsur korupsi dibalik itu semua”, demikianlah hal itu diungkapkan oleh Zakarias, SH, MH,  praktisi hukum kepada BerkatTV (12/02) di Bengkayang.

Menurutnya, uang proyek yang belum dibayarkan itu berkisar kurang lebih Rp 80 Milyar, termasuk proyek-proyek kecil yang baru dibayarkan sebagian.

“Kalau memang dananya tidak ada kenapa Dinas PU Bengkayang berani melakukan tender dan mengadakan ikatan kontrak kerja dengan para kontraktor”, ungkap Zakarias.

Zakarias, SH, MH, Pengacara dan Praktisi Hukum, Foto : JPG

Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkayang, Alexius, M.Si yang ditemui dikediamannya untuk dimintai keterangannya oleh BerkatTV (12/02) sekitar pukul 17.00 wib tidak sempat memberikan keterangan, karena mendadak Alexius dipanggil oleh Wakil Bupati Bengkayang. “Kalian tunggu dulu disini, karena saya ada rapat dengan Wakil Bupati”, ungkap Alexius. Namun sekitar pukul 20.00 wib datang seorang staf Dinas PU Bengkayang yang disapa Agus di kediaman Alexius.

Lantas Agus pun langsung  menghubungi pak Haji (Kontraktor) via Handphone yang mendampingi Alexius untuk menemui Wakil Bupati Bengkayang, tetapi menurut Agus bahwa Alexius dan pak Haji (Kontraktor) mendadak sedang menuju ke Kota Singkawang bersama rombongan Bupati Bengkayang untuk berkampanye.  Dikutip dari Agus, “Pak Haji (Kontraktor) bersama Alexius sedang menuju ke Singkawang, kemungkinan langsung ke Pontianak”, ungkap Pak Haji (Kontraktor).

Sementara itu sumber BerkatTV berinisial ML yang juga merupakan kerabat Bupati Bengkayang mengaku telah bertemu pihak pimpinan Bank Kalbar di Pontianak terkait persoalan pembayaran tersebut. “Seandainya Pemkab Bengkayang belum punya dana untuk membayarnya kan bisa saja minta talangkan dengan Bank Kalbar karena Pemkab punya saham di Bank Kalbar”, ungkap pimpinan Bank Kalbar menurut ML.

Dalam hal ini ML  pun mengatakan pada dasarnya Pemkab Bengkayang tidak memiliki itikad baik  untuk menyelesaikan masalah pembayaran proyek Tahun Anggaran 2016 – 2017, padahal dana talangan yang digunakan oleh para Kontraktor untuk membiayai proyek infrastruktur tersebut merupakan dana pinjaman yang berbunga. (Darius)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here