Jimi, Ralat Calon PDIP Untuk Pilgub Kalbar 2018 Belum Final

1989
M. Jimi, Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Provinsi Kalbar. Foto : anca

Pontianak, BerkatTV – Wakil Ketua Bidang Politik dan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), M Jimi, meralat pernyataan yang sebelumnya, M, Jimi menyatakan bahwa DPD PDIP Provinsi Kalbar akan mengusung Karolin Margret Natasya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Kalbar pada tahun 2018 mendatang sebagai calon Gubernur Kalbar periode 2018-2023 mendatang.

Sebenarnya, tegas Jimi bahwa DPD PDIP Provinsi Kalbar belum final untuk menentukan atau mencalonkan Gubernur Kalbar 2018, karena semua kader mempunyai kesempatan dan peluang yang sama.

“Selain itu saya juga meralat pernyataan, yang seolah-olah PDIP sudah menetapkan nama calon. Semua calon kepala daerah sebelum ditetapkan harus melewati proses dan prosedur di internal PDIP, mulai dari penjaringan, penyaringan calon dan penetapan DPP,” kata Jimi Selasa (9/4) di Fraksi PDIP DPRD Kalbar.

Oleh karena itu, Jimi menghimbau semua pihak agar bersabar untuk menunggu proses penjaringan dan penyaringan internal PDIP Kalbar sampai terbitnya rekomendasi DPP PDIP. Yang jelas, ungkap Jimi saat ini DPD PDIP Kalbar belum menentukan atau mencalonkan siapa saja yang akan berlaga di Pilgub Kalbar tahun 2018 mendatang.

“Tidak akan final nama calon kalau proses dan mekanisme internal tidak dilewati. Mulai dari membuka pendaftaran (penjaringan) dan pastinya akan diumumkan di media masa,” kata Jimi.

Tidak hanya itu, dari nama-nama yang mendaftar nanti akan ada namanya penyaringan, dan finalnya nanti saat DPP PDIP mengeluarkan rekomendasi nama yang akan diusung,” jelas Jimi. Yang dimaksudkan akan mengusung kader adalam Pilgub Kalbar adalah semua kader PDIP punya kesempatan dan peluang yang sama untuk dicalonkan.

“Dalam hal ini Ibu Karolin yang juga salah satu kader PDIP, termasuk juga saya, dan yang lainya semua punya peluang yang sama, ini artinya seluruh kader punya kesempatan yang sama, bisa-bisa saja menjadi calon, namun semua harus melewati prosedur dan mekanisme yang benar,” ungkap Jimi.

Pada waktunya PDIP akan tetap melakukan mekanisme penjaringan calon yang akan diusung di Pilkada Kalbar. Selain itu, ia juga menekankan bahwa nantinya akan dilakukan survei terhadap semua calon.

“Survei dan penjaringan akan tetap kita lakukan. Itu penting dan tidak bisa kita tinggalkan. Survei juga akan dilakukan independen, tidak ada yang direkayasa. Kita juga tidak mau mencalonkan orang tapi tidak menang, rugi tenaga, pikiran, dan biaya,” tegas Jimi.

Sebagai partai politik pemenang Pemilu, di parlemen Kalbar, PDIP saat ini memiliki 15 kursi. Dengan jumlah tersebut, PDIP telah melebihi persyaratan minimal memiliki 13 kursi di parlemen untuk bisa mengusung pasangan calon, tidak tergantung koalisi, tapi akan tetap membuka ruang selebar-lebarnya dengan partai politik lainnya untuk bersama membangun Kalbar, melewati koalisi partai-partai. (aca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here