Pembunuhan Sadis Zainal Terungkap

1160
Polisi saat akan membawa mayat Zainal yang dibunuh oleh empat orang pelaku. Foto: Joni

Pontianak, BerkatTV. Empat pelaku pembunuhan yang terjadi di Jalan Imam Bonjol Gang Peniti Baru No. 6 Kelurahan Benua Melayu Laut Pontianak Selatan Rabu (20/12) dini hari pukul 03.45 wib, ditangkap anggota Reskrim Polresta Pontianak usai melakukan penyidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Empat pelaku yang ditangkap tersebut adalah RK (37), NZ (33), FR (32) dan MH (40).

Hasil dari penyelidikan menggunakan alat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) korban awalnya Mr X, diketahui bernama Zainal Makmur (44) asal Padang Tikar Jalan Kotalaya Kecamatan Batu Ampar Kubu Raya.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota, Kompol Muhammad Husni Ramli, sekitar pukul 03.45 wib, dari kesaksian para saksi, korban diketahui masuk kedalam rumah Az (saksi).

“Di dapur rumah AZ, NZ melihat korban dalam posisi baring sambil mengoceh. NZ awalnya mau menarik korban untuk dibawa keluar namun Az tidak berani mendekat,” ujarnya.

Baik AZ dan NZ kemudian sama-sama meninggalkan korban. Pada saat keluar dari rumah keduanya bertemu dengan San untuk meminta tolong menarik korban.

Tetapi San tidak tidak mau masuk hanya NZ yang masuk kembali untuk menarik korban keluar.

Katanya lagi, NZ sempat pulang ke rumah untuk melihat anaknya. Setelah itu, kembali lagi ke rumah AZ. Di jalan, NZ kemudian bertemu dengan FR, MH dan RH.

“Keempat pelaku kemudian masuk ke dalam rumah dan RH membawa sajam. Karena korban berontak pada saat ditarik keluar, RH langsung membacok lengan korban,” paparnya.

NZ kembali menarik tangan kiri korban dan RH kembali membacokan sajam sebanyak dua kali pada bagian kepala.

Kemudian, MH menendang badan korban satu kali sementara itu FR dan NZ menarik korban sampai diruang TV tetapi korban tetap memberontak.

“Karena korban memberontak akhirnya NZ memiting leher korban sambail dibawa keteras rumah dan dibanting ketanah. Setelah itu, RH mengikat kaki korban menggunakan tali nilon yang kemudian ditarik oleh NZ sampai diujung teras rumah,” paparnya.

Korban yang diseret kemudian bangkit lagi mau masuk kedalam rumah. Tidak lama berdiri, korban kemudian terjatuh didekat pagar.

Melihat korbannya jatuh, RH kemudian menitipkan sajam pada RID untuk disimpan. Sedangkan NZ langsung pulang kerumahnya.

“Korban masih di ruang mayat di RS Sudarso untuk dilakukan visum. Untuk keempat pelaku dikenakan pasal 338 jo 170 KUHPidana dengan ancaman diatas lima belas tahun,” pungkasnya.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here