Penjual Kosmetik Palsu Ditangkap. Kaum Hawa Hati-hati

165
Kapolda Kalbar bersama Kepala Balai POM konpers terkait penangkapan kosmetik palsu yang beredar di pasaran. Foto: Joni

Pontianak, BerkatTV. Berbagai jenis barang kosmetik palsu yang diamakan oleh Ditreskrimsus Polda Kalbar di dua tempat berbeda.

Pertama pada 15 Januari 2018 di Jalan Sultan Muhammad Nomor 114, Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota dengan tersangka berinisial AKM (27).

21 jenis barang terdiri dari beberapa jenis kosmetik dan alat-alat kecantikan akhirnya diamankan.

Kemudian 17 Januari 2018 di Jalan Wonobaru Gang Wonodadi Pontianak Tenggara dengan tersangka berinisial PO (26).

Di sini ditemukan 34 jenis alat kecantikan dan kosmetik palsu yang juga tidak memiliki izin edar dari BPOM.

“Barang-barang kosmetik ini tampak seperti asli dengan bentuk kemasan yang ada,” jelas Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono.

Dari kedua TKP tersebut, estimasi kerugian sekitar Rp450 juta. Dari TKP pertama senilai Rp250 juta dan TKP kedua Rp200 juta.

“Duit Rp450 juta mereka untung, tapi korbannya hancur berantakan,” tegasnya.

Tidak dipungkiri menurut Kapolda kemungkinan masih banyak produk – produk kosmetik ilegal lainnya yang tersebar Kalbar.

“Ini sangat berbahaya, terutama dari ibu-ibu, gadis-gadis,” ujarnya.

Para pelaku melanggar Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan.

Kepala Balai Besar POM Kalbar, Corry Panjaitan menuturkan bahwa, barang-barang kosmetik yang tidak memiliki izin edar tersebut sangat tidak aman untuk digunakan oleh masyarakat.

“Kosmetik yang dijual online belum dievaluasi oleh Badan POM, sehingga harus berhati-hati dalam membeli kosmetika secara online,” ujarnya.

Penggunaan terhadap kosmetika ilegal, terutama kosmetik pemutih sangat berbahaya bagi kesehatan. Karena mengandung merkuri, hidrokuinon dan asam retinoat.

Selain dari kerugian kesehatan, peredaran kosmetik ilegal memberikan dampak kerugian ekonomi bagi negara karena tidak membayar pajak.

Dia juga menuturkan bahwa masyarakat juga dapat melihat langsung apakah sebuah produk kesehatan telah terdaftar di BPOM atau tidak. Yaitu dengan cara mengakses situs BPOM.

“Kalau tidak ada di situ, jangan dibeli. Itu pasti barang ilegal,” imbuhnya.(jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here