Tabrakan Maut, Johan Cemas Keberadaan Anaknya

92
Johan Orang Tua Noval. Foto: ist

Bengkayang, BerkatTV. Kabar terjadinya tabrakan maut di Jl. Lintas Kalimantan Poros Selatan Km 32 Desa Pundu Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Sabtu (3/2) pagi, telah menyebar ke seluruh jemaah Quba di Kalbar.

Johan warga Sui Keran Kabupaten Bengkayang merasa cemas keberadaan anaknya Noval yang juga ikut dalam perjalanan itu.

“Kami memang sudah mendapat kabar terjadi kecelakaan tadi pagi. Anak saya Noval yang biasa dipanggil Komo sampai sekarang belum ada kabar. Mama nya sudah menangis terus,” ungkap Johan ditemui BerkatTV,.com

Sejumlah nama korban diakui Johan memang sudah diterimanya. Ia merasa lega anaknya tidak masuk dalam daftar korban. Hanya ia masih belum dapat menghubungi anaknya.

“Info kawan-kawan dari Singkawang katanya Noval termasukdalam sahiid. Tapi di daftar tidak ada namanya. Karena itu kami sedang mencari terus informasi yang akurat dan pasti,” ucapnya.

Disebutkan Johan, kepergian anaknya untuk mengikuti pertemuan jamaah Regional Kalimantan yang dipusatkan di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

“Ada sekitar 500 orang dari Kalbar yang berangkat ke sana, termasuk anak saya,” ucapnya.

Dikatakan Johan, pertemuan tersebut sekaligus tablig akbar dan membahas perkembangan Islam sekarang ini agar lebih baik dalam menjalankan syariat Islam.

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun..Semoga Allah SWT menerima dan berikan pahala syahid untuk 11 orang jamaah tabligh kita yang meninggal tabrakan di Desa Pundu Kecamatan Cempaka Hulu Kota Waringin Timur (sampit). Perjalanan dari pontianak ke banjarmasin menghadiri Ijtima Kalimantan. Dan doa juga untuk 3 orang lainnya yang kritis.

Sepenggal doa tersebut disampaikan Ustad Luthfi Yusuf, setelah mengetahui terjadinya tabrakan maut itu.

Berikut nama-nama korban yang tewas. Alhuda (30) warga Tanjung Hilir Pontianak, Iyus (28) warga Desa Kapur Kubu Raya, Marwan (40) warga Punggur tinggal di Radak Kubu Raya.

Aulia (25) warga Siantan Pontianak, Jono (55) warga Siantan Pontianak, Agus (50) warga Mega Timur Kubu Raya, Ustad Hamzah (43) warga Sui Pinyuh Kabupaten Mempawah , Ridwan (35) warga Mega Timur Kubu Raya, Mukmin (40) warga Sui Adong Kubu Raya, Agusni (35) warga Tanjung Hulu Pontianak dan Mr x (supir).

Sementara tiga korban yang kritis yakni Lukman (26), Dedi Mulyadi (45), dan Hanafi (30).Ketiganya saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan.(bro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here