Maraknya Hoax Bisa Karena Oposisi Tak Kredibel

322

Jakarta, BerkatTV. Direktur Eksekutif Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menyebut bahwa maraknya hoax bukanlah satu-satunya penilaian atas kinerja partai oposisi.

Hal itu sebagaimana ucapan Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang menyebut hoax menjamur karena partai oposisi tidak kredibel.

“Bisa jadi, tapi masih banyak sumber sumber lainnya,” katanya, Jumat (9/3).

Djayadi melihat, setelah Pilpres 2014, masyarakat demokrasi di Indonesia secara umum terbagi dua. Ada yang pro dan ada yang kontra.

“Yang kontra itu pasti akan mencari cara untuk mengkritik pemerintah. Bagaimana masyarakat yang kontra ini mengkritik adalah dengan mencari pembanding program pemerintah dari oposisi,” ungkapnya.

Jika oposisi tidak memainkan perannya di sini dengan menyediakan program serta ide alternatif, masyarakat akan mencari cara sendiri. “Salah satunya menyebarkan informasi hoax,” ucapnya.

Selain menyalahkan oposisi, Djayadi juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam mencerna informasi di media sosial.

“Sumber lain adalah literasi media baru belum luas sehingga pengaruh informasi sesat akan cepat dan meluas,” katanya.

Sebelumnya dalam sebuah acara di sebuah stasiun televisi, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut tidak ada partai oposisi yang kredibel. Tidak ada alternatif ide dan gagasan untuk menyaingi program pemerintah.

Dari sanalah, kemudian marak hoax beredar dan akhirnya menimbulkan persoalan baru seperti penegakan hukum sampai keresahan masyarakat. (icm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here