Pupuk Subsidi Alami Kelangkaan Akibat Alokasi Terbatas

90
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Guntur (Foto : Joni)

Pontianak, BerkatTV. Hilang dan langkanya pupuk di berbagai daerah kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Guntur, diakibatkan pengalokasian pupuk subsidi ke masing masing daerah sangat terbatas.

Ketika pupuk subsidi ini datang ke masing-masing daerah, sebagian besar petani saat itu seringkali tidak mempunyai uang untuk menebusnya.

“Karena saat itu sedang musim tanam, bukan musim panen yang cenderung petani memiliki uang, sehingga hal inipun dimanfaatkan oleh pihak lain yang mempunyai uang untuk membeli dalam jumlah banyak,” ujarnya Selasa (20/3).

Dijelaskannya, di beberapa daerah sering terjadi seperti ini. Sementara di daerah lain alokasi pupuk ini memang sedikit, ketika petani tidak mempunyai uang untuk membeli pupuk, ada tangan-tangan jahil yang melakukan aksi borong, kalau distributornya tidak akan berani.

Dikatakan Guntur alokasi pupuk subsidi ini memang terbatas, sementara kebutuhan petani terhadap pupuk ini cukup besar.

Contohnya, kebutuhan pupuk jenis NPK di Kabupaten Sambas pertahunnya mencapai 120 ribu ton, namun yang terpenuhi hanya mencapai belasan ribu ton.

“Bukan karena langka atau menghilang, alokasi pupuk subsidi memang hanya segitu. Pupuk subsidi ini begitu datang langsung habis,” tuturnya

Untuk itu ia meminta kepada Pemerintah Pusat, untuk dapat menambah alokasi pupuk subsidi untuk wilayah-wilayah yang masih belum terpenuhi.

Untuk wilayah-wilayah yang serapannya masih kurang, bisa dialihkan ke Kalbar.

“Hal ini yang bisa melakukan adalah DPR RI,” kata dia

Ia menambahkan, distributor bisa menyalurkan pupuk subsidi mesti mendapatkan SK Bupati daerah setempat, SK Bupati itu atas ajuan dari Kepala Dinas Pertanian setempat.

“Untuk pendistribusiannya pupuk subsidi, harus melalui Perbup dan dialokasikan perkecamatan, dan Dinas Pertanian tidak boleh langsung. Mendistribusikan kepada petani harus melalui distributor terlebih dahulu,” pungkasnya. (jon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here